PERINGATI HARI ANAK, IWATA SELENGGARAKAN TALKSHOW PENDIDIKAN ANAK ERA 4.0


 

Sumber Foto: Dok.Untag Humas Surabaya

Era revolusi industri 4.0 membawa suasana baru yang sangat berbeda dengan era sebelumnya. Perubahan dan pengaruh era ini dirasakan pada semua bidang kehidupan, baik secara positif maupun negatif. Tak terkecuali pendidikan anak. Orangtua perlu memahami perubahan sikap dari anak agar dapat mengarahkan anaknya sebaik mungkin. Menangkap fenomena ini, Ikatan Wanita Untag Surabaya (IWATA) menggandeng Eqwip-Hubs Canada menyelenggarakan Talkshow Pendidikan Anak Era 4.0, Jumat (19/7) di Gedung Q lantai 2 Untag Surabaya.

Membahas Hak Anak dan Perlindungan Anak, Riza Wahyuni, S.Psi, M.Si., Psikolog. merasa prihatin akan kondisi remaja jaman sekarang. Anggota Satgas PPA Provinsi Jawa Timur itu mengungkapkan kasus yang dialami oleh anak-anak maupun remaja saat ini cukup beragam. Mulai dari pelecehan seksual hingga hubungan seks bebas. “Orang tua memang memiliki peran sentral disini. Kita harus bisa menjadi cctv bagi anak-anak kita. Harus cerewet, tapi tidak protektif. Kita punya tugas menyiapkan generasi terbaik karena memang faktanya, dari data yang ada, banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi,” paparnya.

Alumnus Fakultas Psikologi Untag Surabaya itu juga mengomentari aplikasi FaceApp yang tengah ramai diperbincangkan. Menurutnya, foto yang diunggah dari hasil aplikasi tersebut memiliki kemungkinan besar untuk disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Riza menjelaskan, “aplikasi yang ada di media sosial harusnya menjadi bahan pertimbangan kita untuk tidak mudah mengunduh aplikasi yang justru membuat anak-anak kita terpuruk.”

Dalam kesempatan yang sama, Dra. Tatik Meiyuntariningsih, M.Kes., Psikolog. memberikan tips bagaimana mendidik anak di era revolusi industri ini. Wakil dekan Fakultas Psikologi Untag Surabaya itu menyebutkan SMART merupakan kunci pendidikan anak yang baik. SMART sendiri merupakan kepanjangan dari Specific, Measurable, Achievable, Realistic dan Timely.

“Jadi kita harus memiliki tujuan yang jelas dan spesifik. Mendidiknya dalam aspek apa, mungkin moral, intelektual, fisik, dan sebagainya. Harus jelas. Juga tujuan tersebut bisa diukur, bisa tercapai dengan adanya komitmen, masuk akal dan tau kapan tujuan tersebut harus dicapai,” jelasnya. Ia menambahkan, “diri kita ini adalah bentuk dari lingkungan. Dan kita (re: keluarga) adalah garda terdepan untuk mewarnai anak terlebih dalam hal yang baik tentunya.” (ua/ze)

www.untag-sby.ac.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Untag Surabaya Ikuti Talkshow Interaktif Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)